Penulis : Thoriqul Haq
Pendahuluan.
Tulisan ini sebagai analisis dalam memberikan argumentasi terhadap problematika penafsiran al-Qur’an yang sangat dinamis dengan hadirnya berbagai disiplin ilmu yang menyertainya. Catatan penting lagi, bahwa klaim idiologis al-Qur’an sebagai teks suci masih sangat dogmatis, walaupun telah banyak pendapat yang mencoba merumuskan kembali posisi al-Qur’an sebagai teks. Termasuk diantaranya Arkoun, Hasan Hanafi, Naser Hamed Abu Zaid, dan pemikir Islam lainnya.
Perbedaan penafsiran dengan berbagai latar belakang seorang penafsir serta disiplin ilmu yang digunakan, menunjukkan bahwa teks al-Qur’an telah sedemikian global dan luas yang dapat diterjemahkan dengan berbagai kondisi dan situasi yang sedang berkembang. Sehingga pada persoalan ini, al-Qur’an dapat dijadikan sebagai “komoditi” sosial yang sesuai dengan kehendak pelaku sosialnya. Dari dinamika ini, bisa saja menjadi imbas dengan klaim penafsiran yang tidak akomodatif, radikal, menindas dan terminologi negatif lainnya. Akhirnya yang muncul adalah pertanyaan mengapa al-Qur’an bisa menjadi konfrontatif ?
Baca entri selengkapnya »



Komentar Terakhir